Hari ini entah mengapa aku merasa bodoh. Mendengar kata – kata yang kamu katakan, aku serasa ditampar. Aku tidak ingin menjadikanmu kenangan, kamu yang membuatnya menjadi kenangan. Aku ingin sekali menghapusnya, bahkan jika aku harus hilang ingatan. Tapi, kenangan itu seolah permanen. Logikaku berhenti bekerja saat kamu memutuskan meninggalkanku. Aku bahkan tak bisa membencimu. Aku hidup dengan terus menyalahkan diriku sendiri karena aku melepaskanmu.
Kamu mungkin ingin melupakanku dengan membiarkan dirimu ku benci. Tapi sejujurnya, aku gak pernah bisa benar – benar membenci seseorang. Aku memang gampang marah, juga gampang memaafkan. Aku bodoh mengingat kesalahan orang lain juga gak berbakad melupakan kebaikan seseorang. Aku rasa kenanganmu, membahagiakan. Aku tak bisa melupakannya.. Jangan memaksaku dengan mencipatakan kenangan baru yang begitu menyakitkan.
Kamu tau, aku sekarat.
Kamu melukaiku sepenuhnya…